Selasa, 17 April 2012

Kolam Lele

Mengenai pembuatan kolam lele memang banyak sekali cara yang bisa digunakan, hal tersebut dapat disesuaikan dengan lokasi, kebutuhan atau target produksi yang ingin diperoleh, adapun informasi yang akan disampaikan adalah gambaran umum tata cara pembuatan kolam dalam budidaya lele yang telah banyak digunakan.
Kolam lele untuk pemeliharaan disarankan jangan terlalu luas, gunanya agar kita lebih mudah dalam mengontrol dan mengawasi perkembangan dan keamanan kolam. Jika memiliki modal yang cukup, sebaiknya dinding dan dasar kolam dibuat permanen.
Dalam pemeliharaan lele, biasanya kolam ikan lele terbagi menjadi beberapa kategori, ada kolam yang khusus indukan, kolam pemijahan dan kolam untuk pembesaran. Biasanya kolam lele khusus indukan dipakai untuk merawat indukan lele sebelum dan sesudah pemijahan. Adapun dalam teori tradisional, kolam untuk indukan sekaligus dijadikan tempat tempat untuk pemijahan.
Metode pemijahan tradisional biasanya menggunakan kolam berupa tanah, namun ada juga yang menggunakan tembok pada bagian dindingnya sementara bagian dasar tetaplah tanah. Luas kolam lele untuk indukan juga bisa disesuaikan, namun agar indukan lele dapat hidup dengan baik biasanya luas kolam indukan tidak kurang dari 50m2. Kolam indukan dapat dibagi menjadi dua bagian, tujuh puluh persennya adalah bagian dangkal sementara tiga puluh persen lagi adalah bagian dalam atau sering disebut dengan kubangan, yang tempatnya ada di tengah kolam dan memiliki kedalaman sekitar 50-60cm, kubangan berguna sebagai tempat indukan bersembunyi pada saat air disurutkan.
Disetiap sisi-sisi kolam dibuat sarang untuk bertelur yang terbuat dari tembok berukuran 30x30x25cm3 dengan jarak antar sarang kurang lebih 1m, setiap sarang diberikan lubang masuk untuk induk lele, lubang tersebut biasanya menggunakan pipa PVC 4”. Pada dasar sarang dibuat saluran dari pipa PVC 1” yang berfungsi untuk keluarnya benih atau bibit lele menuju kolam pendederan. Kolam lele untuk pemijahan ini biasanya dilengkapi dengan kolam rotifera (Pakan alami ikan yang berupa cacing bersel tunggal). Kolam rotifera berukuran kurang lebih 10m2, terletak dibagian atas kolam yang berguna untuk menumbuhkan rotifera, kolam ini dihubungkan dengan kolam induk melalui saluran pipa. Agar rotifera dapat tumbuh dengan baik, kolam rotifera sebaiknya diberikan pupuk organik.
Pemijahan dapat juga dilakukan dengan cara berpasangan, kolam lele untuk pemijahan berpasangan biasanya menggunakan kolam semen berukuran 1x1x0,6m atau 1x2x0,6m. Di dalam kolam dilengkapi dengan sarang yang terbuat dari kayu berukuran 25x40x30cm, kotak sarang ini tidak diberi dasar, namun pada bagian atas diberikan lubang dan tutup agar kita dapat melihat jika ada telur di dalam sarang, kotak sarang diberikan ijuk dan kerikil agar ikan yang memijah dapat meletakan telur. Disarankan pada bagian depan kotak sarang diletakan tanaman eceng gondok untuk memberikan efek gelap terhadap sarang.
Metode lainnya adalah pemijahan masal, untuk kolam lele pemijahan masal biasanya menggunakan kolam semen antara 20m2 (2x10m) s/d 50m2 (5x10m), pada sisi luar bagian kolam dibuat bak sarang (menempel pada kolam induk) berukuran 30x30x30cm, masing-masing sarang diberi lubang menggunakan pipa pvc 4” dan pipa PVC 1” untuk saluran benih, pada bagian dasar bak sarang diletakan ijuk dan kerikil untuk tempat telur ikan lele yang memijah.
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan kolam pendederan, kolam lele untuk pendederan pada minggu pertama dan kedua biasanya berukuran 200x50x50cm, untuk mengantisipasi agar tubuh benih lele tidak terluka pada saat bergesekan dengan dinding kolam, sebaiknya dinding kolam dihaluskan dan dibuat lurus. Dasar kolam dibuat miring, dasar kolam di daerah tempat masuk air lebih tinggi + 3cm dari daerah pembuangan air, di dasar kolam diletakan pipa PVC 3”-5” dengan panjang 10m. Pada tempat pengeluaran air dipasang saringan sejajar dengan permukaan kolam bagian dalam, saringan tersebut dijepit dengan 2 buah bingkai kayu, diantara bingkai tersebut dipasang kawat nyamuk yang terbuat dari plastik berukuran 0,5-0,7mm.
Pada kolam pendederan harus dilengkapi dengan pipa untuk memasukan air dan pipa untuk mengeringkan kolam, pipa pengeringan terhubung dengan pipa plastik pengatur ketinggian air kolam. Pada saat memasuki minggu ketiga benih dapat dipindahkan ke kolam pendederan selanjutnya yang berukuran 200x100x50cm, usahakan pada prosesi pemindahan benih tidak menggunakan jaring, aturlah ketinggian pipa plastik yang sudah terpasang, adapun konstruksi lain kolam lele pada minggu ketiga sama dengan kolam pada minggu pertama dan kedua. Para pengusaha ternak lele sebaiknya melakukan penyortiran sebelum memasukan benih atau bibit lele pada kolam berikutnya, tempatkan benih lele yang berukuran sama dan sesuaikan dengan kepadatan tebar, Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar